The world outside was loud, chaotic, and moving far too fast. But inside the quiet sanctuary of my room, the universe shrunk down to the size of a rocking chair and the safe, steady rhythm of your heartbeat as I drifted off to sleep.
I looked up at your face, my tiny fingers curled gently around yours. Even in my deepest sleep, I could feel the warmth overflowing from you, wrapping around me like a blanket. I heard you whisper into the quiet room, the words spilling out from the deepest corners of your soul
"I am so grateful to have met you on this earth. You have no idea how truly grateful I am."
I am too small to understand the big world yet, or the things you sacrificed before I arrived. I don't know about the achievements or the far-off places you used to look for. But I know that whenever I open my eyes, you are there. In the messy, sleepless nights, your arms are the only place I want to be. When I laugh for the first time, it’s because your smile makes me brave. I track your face with my eyes because, to me, you are my entire world.
Having you as my mother has defined everything for me. You are teaching me that the safest, happiest place on this earth isn't grand or loud it is found in the quiet privilege of being loved by you as I grow.
Right here, at this exact place and time, wrapped in your arms, I have everything I could ever need. Thank you for being my mom.
Dear You (Untukmu Ibu)
Dunia di luar sana begitu bising, kacau, dan bergerak terlalu cepat. Namun di dalam kamarku yang tenang ini, semesta seolah mengecil, menyisakan sebuah kursi goyang dan irama detak jantungmu yang aman dan teratur saat aku mulai terlelap.
Aku menatap wajahmu, jemari kecilku menggenggam erat jarimu. Bahkan dalam tidur nyenyakku, aku bisa merasakan kehangatan yang mengalir dari dirimu, mendekapku erat seperti selimut. Aku mendengarmu berbisik lirih pada ruangan yang sepi, meluapkan kata-kata yang lahir dari lubuk jiwamu yang paling dalam
"Ibu sangat bersyukur bisa bertemu denganmu di bumi ini. Kamu tidak akan pernah tahu betapa besarnya rasa syukur Ibu."
Aku masih terlalu kecil untuk memahami dunia orang dewasa yang luas, atau hal-hal yang telah Ibu korbankan sebelum aku hadir. Aku tidak tahu tentang pencapaian atau tempat-tempat jauh yang dulu pernah Ibu cari. Namun yang aku tahu, setiap kali aku membuka mata, Ibu selalu ada di sana. Di malam-malam yang melelahkan saat kita kurang tidur, dekapan Ibu adalah satu-satunya tempat yang aku tuju. Saat aku tertawa untuk pertama kalinya, itu karena senyuman Ibu memberiku keberanian. Aku selalu menatap wajah Ibu karena bagi diriku, Ibu adalah seluruh duniaku.
Memiliki Ibu dalam hidupku telah membentuk segalanya. Ibu mengajariku bahwa tempat paling aman dan paling membahagiakan di bumi ini tidaklah harus megah atau riuh kebahagiaan itu ada dalam ketenangan saat dicintai oleh Ibu sepanjang tumbuh kembangku.
Tepat di sini, di tempat dan waktu ini, dalam pelukan Ibu, aku sudah memiliki semua yang aku butuhkan. Terima kasih karena telah menjadi ibuku.






